Rabu, 23 Februari 2011

Petai Gajah

D

alam dunia tumbuhan, tanaman petai diklasifikasikan dalam keluarga Leguminosae (Mimosaceae), marga Parkia dan jenis Parkia speciosa Tanaman petai berupa pohon dengan ketinggian antara 5-25 meter dan membentuk percabangan yang banyak. Bagian dari buah petai yang paling penting untuk dimanfatkan adalah bijinya. Meskipun menghasilkan bau tidak sedap, biji petai sangat digemari oleh sebagian orang karena dapat meningkatkan selera makan. Petai dapat dimakan mentah sebagai lalap, direbus, digoreng atau dibakar. Petai juga banyak dimanfaatkan sebagai penyedap makanan.

Berdasarkan jumlah biji pada polongnya, tanaman petai dikelompokkan menjadi dua yaitu petai gajah dan petai kacang. Petai gajah mempunyai polong sepanjang 25-30 cm, dengan jumlah biji sebanyak 15 atau lebih. Bijinya berukuran besar. Petai kacang ukuran polongnya lebih pendek dari petai gajah. Jumlah biji tiap polong antara 10-12. Ukuran bijinya juga lebih kecil.

Sumber Energi

Dibanding apel, petai memiliki protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya. Petai merupakan sumber energi yang baik, yaitu 142 kkal per 100 g biji. Petai mengandung tiga macam gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi tersebut mampu memberikan dorongan tenaga instan, tetapi cukup lama dan cukup besar efeknya.

Riset membuktikan, dua porsi petai mampu memberikan tena­ga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat sela­ma 90 menit. Karena itu, petai merupakan sumber energi yang potensial untuk mendukung berbagai aktivitas.

Kandungan fosfor pada petai juga cukup baik, yaitu 115 mg per 100 g biji. Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak setelah kalsium. Kurang lebih satu persen berat tubuh kita terdiri dari fosfor. DNA dan RNA di dalam tubuh kita terdiri dari fosfor dalam bentuk fosfat, demikian juga membran sel yang membantu menjaga permeabilitas sel. Sebagian besar fosfor diserap tubuh dalam ben­tuk anorganik, khususnya di bagian atas duodenum hingga 70 persen. Pada umumnya jumlah fosfor yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh orang dewasa adalah 800 mg per hari, kira-kira sama dengan kalsium.

Petai juga mengandung vitamin C yang cukup tinggi, yaitu 46 mg per 100 g biji. Vitamin C sangat penting perannya dalam proses hidroksilasi asam amino prolin clan lisin, menjadi hidroksiprolin clan hidroksilisin. Kedua senyawa ini merupakan komponen kola­gen yang penting. Penjagaan agar fungsi itu tetap mantap banyak dipengaruhi oleh cukup tidaknya kandungan vita­min C dalam tubuh. Perannya adalah dalam proses penyem­buhan luka serta daya tahan tubuh melawan infeksi dan stres. Rata-rata kebutuhan tubuh akan vitamin C adalah 75 mg per hari pada wanita dan 90 mg per hari. pada pria dewasa.

Kandungan vitamin A pada petai juga cukup baik, yaitu 200 IU per 100 g. Vitamin A berperan menjaga agar kornea mata selalu sehat. Mata yang normal biasanya mengeluarkan mukus, yaitu cairan lemak kental yang dikeluarkan sel epitel mukosa, sehingga membantu mencegah terjadinya infeksi. Namun, bila kekurangan vitamin A, sel epitel akan mengeluarkan keratin, yaitu protein yang tidak larut dalam air dan mukus. Penelitian yang dilakukan oleh Widiarti (2002) membuktikan bahwa konsumsi petai sangat bermanfaat bagi kesehatan. Selain nilai gizinya yang tinggi, petai juga mengandung beberapa senyawa kimia lain seperti Cyclic polysulphida dan Thiozoline-4-Carbocyclic (TCA), yang dapat digunakan untuk pengobatan.

Kendurkan Saraf & Hilangkan Depresi

Apakah Anda sering merasa bad ini the mood? Itu tandanya bahwa Anda kekurangan gizi. Mood dikendalikan oleh sistem kerja otak. Kemampuan kerja otak dipengaruhi oleh masukan zat gizi yang diperlukan. Aneka zat gizi itu harus dipasok secara berimbang dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Salah satu zat gizi yang berperan memperbaiki mood adalah triptofan (suatu asam amino esensial).

Salah satu survei menunjukkan bahwa di antara pasien penderita depresi, banyak yang merasa menjadi lebih baik setelah makan petai. Hal itu terjadi karena petai mengandung triptofan, yaitu asam amino yang dapat diubah tubuh menjadi serotonin. Serotonin merupakan suatu neurotransmitter yang dapat memberikan efek kalem (calming effect). Efek tersebut akan membuat tubuhmenjadi rileks, mood membaik, dan secara keseluruhan dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia. Hal itu disebabkan oleh kemampuan tirptofan untuk mengendurkan saraf di otak.


UBAT HATI DAN GINJAL

Radikal bebas mudah sekali ditemukan pada berbagai produk pangan, terutama pada produk yang digoreng atau dibakar. Hidrogen peroksida; super­oxidee anion, dan hidroksil, merupakan contoh-contoh radikal bebas. Molekul tersebut sangat tidak stabil, sangat reaktif, dan merusak jaringan. Radikal bebas akan menjadi tidak berdaya bila berhadapan dengan antioksidan.

Dari penelitian bio­molekuler tingkat sel, terbukti bahwa antioksidan dapat melindung jaringan tubuh dart efek negatif radikal babas. Antioksidan ini ada yang terbentuk di dalam sel-sel tubuh kita (intraseluler), ada pula yang terbentuk dari luar sel tubuh (ekstraseluler), salah satunya adalah dari makanan. Untuk membantu ketidak­mampuan sistem antioksidan tubuh, beberapa peneliti telah menemukan senyawa alarm dari tumbuhan yangg dapat berperan sebagai antioksidan. Ternyata antioksidan dari beberapa jenis sayur dan buah dapat diandalkan untuk melawan radikal bebas.

Dalam buku Medicinal Plants: Quality Herbal Products for Healft Living (1999), karangan Vimala S. dkk., dinyatakan bahwa biji petai memiliki aktivitas pembersih superoksida (salah satu radikal bebas) yang tinggi, yakni di atas 70 persen. Biji petai juga dikenal sebagai obat penyakit lever (hepatatgia), udema, radang ginjal (nefiritis), dia­betes, dan sebagai peluruh cacing (anteimintik). Daunnya-digunakan sebagai bahan obat sakit kuning. Khasiat itu diduga berkaitan dengan kandungan alkaloidnya. Selain itu, kandungan vitamin A dan vitamin C pada biji petai bermanfaat sebagai antioksidan.

Petai Belalang

Pokok Petai Belalang atau nama saintifiknya Leucaena leucocephala merupakan sejenis pokok rendang tropika yang biasa tumbuh di kawasan semak samun. Ia juga ditanam sebagai serat dan makanan haiwan ternakan. Ia boleh mencapai ketinggian hingga 10 meter.

Buahnya berbentuk pipih seperti buah petai cuma bijinya kecil dan buahnya juga nipis. Buahnya berwarna hijau ketika muda dan akan berubah menjadi perang apabila matang. Di sesetengah tempat di Indonesia bijinya dijadikan tempe. Tumbuhan ini sukakan cahaya matahari yang cukup dan membiak melalui biji benih.

Kegunaan

Melebatkan rambut, sakit mata, cirit-birit, gigitan bisa, batu karang dang darag tinggi. Daun dibakar dan abunya disapukanp pada kudis dan cacar air. Daun yang ditumbuk bersama dengan beras disapu pada leher untuk melegakan batuk dan campak. Buah tumbuhan ini digunakan untuk batu karang, darah tinggi dan kencing manis.


Buah Pala


B

uah Pala ialah satu genus tumbuhan tropika yang pokoknya malar hijau. Ia berasal dari Asia Tenggara dan Australasia. Buah Pala penting untuk dijadikan sebagai rempah.

Buah Pala sebenarnya ialah biji pokok ini, dan berbentuk seakan-akan telur dengan ukuran 20-30milimeter panjang dan 15-18 milimeter lebar, sedangkan selaput biji Palan ialah aril atau kulit bijinya yang berwarna merah dan kelihatan kering dan seakan-akan renda.

Beberapa produk komersil yang lain juga dihasilkan oleh Pokok Pala, termasuk minyak pati, oleoresin tersari, dan mentega buah Pala (sila lihat di bawah).

Spesies yang paling penting dari segi perdagangan ialah Pokok Pala Biasa atau Harum, Myristica fragrans, yang berasal daripada Kepulauan Banda di Indonesia; pokok ini juga didapati di Caribbean, khususnya di Grenada. Spesies yang lain termasuk Pokok Pala Papua, M. argentea, dari New Guinea, dan Pokok Pala Mumbai, M. malabarica, dari India; kedua-dua ini dipergunakan sebagai bahan lancung untuk produk-produk M. fragrans.

Pokok Pala mempunyai ketinggian di antara 4-15 meter dan bersifat ‘unisek’, iaitu pokok hanya mengeluarkan bunga jantan atau betina sahaja. Oleh itu, pada kebiasaannya satu batang pokok jantan ditanam di antara 10 batang pokok betina. Namun ada sumber yang mengatakan bahawa terdapat pokok yang mengeluarkan kedua-dua bunga jantan dan betina. Tetapi ini jarang ditemui.

Buah Pala ialah buah jenis ‘drup’ dan mempunyai bentuk yang berbeza di antara pokok yang berlainan. Ada pokok yang menghasilkan buah berbentuk bulat dan ada juga yang menghasilkan buah berbentuk pir. Secara purata berat buah Pala ialah dalam lingkungan 89 g dan bergaris pusat lebih kurang 5.6 cm. Apabila buah ini masak, perikapnya yang berwarna kuning dan mempunyai ketebalan 1.5 cm terbelah dua dan mendedahkan biji yang berwarna perang keungguan serta berkilat. Biji ini diselaputi biji atau aril yang dipanggil ‘mace’ berwarna merah terlekat pada pangkal biji.

Bahagian perikarpnya, walaupun terlalu masam dan kelat untuk dimakan dalam keadaan segar, ia boleh diproses untuk dijadikan halwa, kandi dan jeruk Pala. Manakala biji dan aril atau ‘mace’ boleh dikeringkan dan digunakan sebagai rempah. Rempah dari ‘mace’ ini digunakan dalam penyediaan berbagai jenis makanan terutamanya untuk memberi perisa pelbagai jenis sos dan kicap. Hasilan dari biji Pala ini digunakan sebagai rempah, bahan perisa untuk masakan yang manis seperti kek dan masakan yang menggunakan susu.

Kedua-dua biji dan aril buah Pala mengandungi minyak Pala yang mempunyai perisa yang berbeza. Sejenis minyak yang bersifat tepu pada suhu bilik juga boleh dihasilkan daripada biji Pala. Minyak ini digunakan sebagai minyak ubat sapu dan untuk pembuatan minyak wangi.
Pokok tebengau adalah pokok jenis saka yang tumbuh biasanya di tepi-tepi sungai. Ia merupakan sejenis pokok yang boleh mencapai ketinggian sehingga 10 meter. Kulit batangnya berwarna coklat kelabu.

Pucuk mudanya berwarna kemerah-merahan boleh dimakan secara mentah. Rasanya sedikit manis dan sedikit kelat tetapi rangup.

Pokok tebengau sesuai ditanam di dalam pasu untuk kawasan yang kecil. Pokok tebengau boleh dibiakkan dengan menggunakan keratan dahan atau kaedah tut. Pertumbuhan pucuk pokoknya agak cepat, maka
ia perlu sentiasa dipangkas.

Pokok Tenggek Burung

  
Ia adalah satu jenis daun yang boleh dijadikan ulam. Ia diperolehi dari pokok 'Tenggek Burung'. Khasiat yang utama ialah melambatkan keluar mani lelaki dan lebih menegangkan zakar dan menjadikan zakar lebih sensitif Ini lebih menambah nikmat sex kpd lelaki. Ia juga menyegarkan badan.
Badan kita rasa ringan sedikit. Mengelak serangan darah tinggi. Kita hanya perlu makan 6 atau 7 helai daun sekali makan. Daun yang dimakan ialah daun yang muda. Rasanya sedikit kelat berkrispi, jadi sesuai dimakan sebagai ulam. Makan diwaktu malam atau siang. Kesannya agak segera, selepas 2 atau 3 jam.
Anda sendiri akan bertanya "bila nak turun ni"...pandai-pandailah kawal. Selag
i tidak 'digunakan', kesannya tidak hilang. Pokok Tenggek burung biasanya tumbuh di kebun-kebun getah. Pokok dicelah-celah semak kebun getah. Perhatikan pucuknya yang muda. Pucuk itulah yang sedap dan berkhasiat.
NOTA : Seperti tongkat ali, tenggek burung juga pokok herba sesuai untuk lelaki juga mampu membantu wanita terutamanya wanita yang baru lepas bersalin untuk mengecutkan rahim.

Timba Tasik


Nama saintifik bagi timba tasik adalah Clerodendrum serratum (L.) Moon dan sinonim kepada Clerodendrum serratum Spreng dan dalam keluarga Verbenaceae. Nama lain bagi tumbuhan ini ialah Tinjal tasik, tambun tasik, lampin budak, mata kesang (Melayu); Green witch’s tongue (Ing.).

Ia dalah tumbuhan renek yang tumbuh liar serta mudah kelihatan di sekitar kampung. Batang pokok timba tasik separa kayu dan mempunyai banyak cabang setelah dicantas. Daunnya berbentuk bujur lonjong serta bergerigi ditepinya dan kelihatan urat daun berpasangan yang jelas. Aroma pahitnya agak kuat, namun sesetengah masyarakat Melayu memakan pucuknya sebagai ulaman.


Bunga timba tasik sangat menarik, berwarna putih serta memiliki stamen yang panjang dan dihujungnya terdapat bintikan warna hitam. Bunganya keluar dalam bentuk gugusan itu akan mengasilkan buah berwarna hijau tua ketika muda dan akan bertukar ke kehitaman setelah matang.

Ia dikatakan amat baik bagi kaum wanita terutamanya setelah melahirkan anak untuk memulihkan kembali kesihatan tubuh badan jika mengamalkan makan pucuknya.


Ulam Raja

Pokok Ulam Raja

Pokok Ulam Raja (nama lain: Pokok kenikir) merupakan tumbuhan tropika yang berasal dari Amerika Latin, tetapi tumbuh meliar dan mudah didapati di Florida, Amerika Syarikat, serta di Malaysia dan negara-negara ASEAN. Ulam Raja adalah sejenis spesis bunga intan berayun yang berwarna unggu atau kuning dan berbunga kecil. Manakala pokok bunga yang berwarna kuning jarang digunakannya sebagai ulam, yang berwarna unggu merupakan sayuran ulam yang amat popular dimakan mentah bersama nasi atau di cicah dengan budu, sambal belacan atau tempoyak serta cincalok

Berdasarkan kajian tempatan, ulam raja mengandungi 3 peratus protein, 0.4 peratus lemak dan karbohidrat serta kaya dengan kalsium dan vitamin A.

Herba ini adalah herba semusim mencapai ketinggian hampir satu meter. Batangnya berwarna hijau tua dan keunguan sedikit. Kebiasaannya herba ini bercabang banyak di bahagian atas.

Daunnya bergaris bentuk ovat atau segi tiga dengan anak daunnya yang runcing, kesat dan berwarna hijau tua. Bunganya bertangkai panjang, berwarna kuning keunguan. Daun herba ini mengeluarkan bau apabila diramas.

Herba Ubat

Ulamnya yang digelarkan "ulam raja" telah digunakan secara tradisi untuk memperbaiki peredaran darah dan mencuci darah, serta untuk menguatkan tulang. Ulamnya mempunyai keupayaan antioksida (AEAC) yang amat tinggi, iaitu setiap 100 gram ulam yang segar mempunyai keupayaan antioksida yang sama dengan 2,400 miligram L-asid askorbik.

Melebihi dua puluh jenis bahan antioksida telah dikenal pasti dalam ulam raja. Bahan-bahan antioksida yang utama disebabkan oleh kehadiran sebilanganproantosianidin yang wujud sebagai dimer, melalui heksamer, kuersetin glikosida, asid klorogenik, asid neoklorogenik, asid kripto-klorogenik, serta penangkap (+)-. Keupayaan ulam raja untuk mengurangkan tekanan oksidatif mungkin sebahagiannya terdiri daripada kandungan antioksidanya yang tinggi.

Kesimpulan

Orang Melayu daripada dahulu telahpun mengetahui khasiat dan telah menafaatkan pelbagai jenis tumbuhan yang tumbuh merata sebagai makanan harian atau sebagai ubatan. Pada masa kini, pengetahuan yang memakan masa bergenerasi untuk dikumpulkan kini terancam untuk pupus begitu sahaja. Oleh itu, marilah bersama-sama menghargai setiap tumbuhan yang terdapat disekitar serta berganding bahu untuk memelihara, memulihkannya dan merakamkan kegunaannya. Semoga apa yang kita ada akan terus berkekalan untuk tinggalan generasi yang akan datang agar mereka juga merasai nikmat yang masih kita rasai pada masa kini.

Isnin, 21 Februari 2011

Ulam

Ulam merupakan gelaran kepada tumbuhanyang dimakan secara mentah atau sekadardicelur (direndam sekejap dalam air panas) sebelum dimakan bersamanasi. Ulam juga biasanya dimakan bersama dengan perasa seperti budu,cencaluk, atau sambal belacan, sebelum dimakan bersama nasi. Ulam sudah terkenal sebagai hidangan harian utama di kalangan masyarakat Melayu di kampung-kampung.


Ulam diambil dari berbagai-bagai bahagian tumbuhan yang boleh dimakan. Ini termasuklah pucuk, daun, umbut, biji, buah,ubi dan kadang-kadang bunga.

Sayur-sayuran biasa boleh dianggap ulam apabila dimakan sebegitu sahaja. Ini termasuklah sayur-sayuran seperti timun,kubis dan terung. Selain daripada sayur-sayuran biasa, terdapat satu lagi kumpulan ulam ialah ulam tradisional. Ulam tradisional lebih meluas penggunaannya termasuk digunakan sebagai ulam biasa, sebagai bahan masakan seperti dalam penyediaan nasi ulam atau nasi kerabu dan masakan sayur lemak, dan sebagai bahan perubatan seperti penyakit kencing manis atau darah tinggi.

Ulam tradisional

Di Malaysia lebih daripada 120 jenis tumbuhan telah dimakan sebagai ulam yang terdiri daripada pelbagai keluarga tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan tersebut terdiri daripada tumbuhan kecil dan melata jenis semusim seperti pegaga, dan sehinggalah kepada pokok-pokok renek dan pokok- pokok besar jenis saka seperti petai, jering, genuak dan kerdas.Pokok jenis saka adalah pokok yang besar dan tinggi. Biasanya tumbuh liar di kawasan pedalaman, di dusun atau di hutan belantara. Pokoknya boleh meninggi atau menjulang antara 20 - 30 meter. Ukuran lilit batangnya boleh menjangkau antara 2 - 5 m.

Kesukaran di dapati

Ulam-ulam terbahagi kepada dua, iaitu kumpulan ulam yang popular dan mudah didapati di pasaran, contohnya rebung buluh, cekur manis, jering, kacang kelisa, petai, Ulam_Raja dan beberapa jenis ulam lagi termasuk dalam kumpulan kedua iaitu ulam yang kurang terkenal dan jarang didapati di pasaran seperti kerdas, jering, genuak, pucuk jambu golok (gajus), beluntas, pucuk betik, dan cekur. Bagaimanapun dengan adanya pasar-pasar tani dan pasar minggu yang diadakan oleh jabatan FAMA, dan lain-lain, ulam-ulam secara keseluruhan masih dapat dibeli walaupun secara terhad.

Penghasilan

Secara amnya ulam tidak ditanam secara komersial. Ulam hanya ditanam secara kecil-kecilan disekitar rumah untuk dimakan sendiri atau dipetik daripada yang tumbuh meliar. Ulam yang ditanam untuk kegunaan sendirian biasanya adalah dari jenis semusim dan mudah ditanam seperti pokok Ulam Raja, selom dan kacang kelisa. Ulam yang berasal daripada pokok saka biasanya dikutip dari tumbuh-tumbuhan yang tumbuh dalam keadaan semulajadi seperti hutan atau dusun. Antara ulam yang termasuk dalam kumpulan ini adalah jering, pucuk putat, kerdas dan rebung. Terdapat juga yang ditanam untuk kegunaan lain seprti untuk buahnya, tetapi sebahagiannya diambil untuk dimakan sebagai ulam seperti jantung pisang, pucuk ubi, nangka muda dan pucuk jambu golok (gajus)

Bagaimanapun, peningkatan permintaan yang disumbang oleh kegiatan pemasaran dan pengedaran yang lebih meluas, seperti di pasar tani dan pasar minggu telah menggalakkan para petani-petani untuk mula menanam ulam-ulam secara meluas atau komersial.




Khasiat Ulam

Oleh kerana ulam dimakan secara langsung tanpa dimasak lama terlebih dahulu, kandungan galian seperti mineral dan vitamin utama seperti kalsium (Ca), fosforus (P), besi (Fe), natrium (Na) dan kalium (K) di dalam ulam tidak termusnah oleh haba. Sebagai contoh, daun kaduk didapati mempunyaikalsium (Ca), fosforus (P), dan besi (Fe) yang paling tinggi iaitu sebanyak 446, 50 dan 13.1 mg masing-masing bagi setiap 100g, dibandingkan dengan ulam-ulam lain.

Ulam juga membekalkan serat yang amat di perlukan oleh sistem penghadaman manusia. Serat memainkan peranan sebagai pengisi pada bahan buangan dan memudahkan pergerakan najis dalam saluran usus.


Khasiat Perubatan

Ulam juga memainkan peranan penting dalam perubatan Melayu dan kini pakar pengkaji perubatan barat juga turut mengakui khasiat ulam sebagai tambahan yang baik untuk badan. Sebagai contoh,pegaga kini telah diiktiraf oleh Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO) sebagai herba menjanakan kecerdasan berfikir di kalangan kanak-kanak selain dapat membantu peredaran darah dan meningkatkan kesihatan kulit.

Ulam jering pula mengandungi sejenis sebatian alkaloid pelawas yang boleh memberi rangsangan untuk membuang air kecil. Selain itu juga jering boleh menjadi penawar yang berkesan pesakit kencing manis sekiranya diambil secara berterusan dengan kadar yang sedikit. Ini kerana kandungan sebatianalkaloid di dalamnya mampu meneutralkan kandungan gula di dalam badan. Daun kaduk pula mempunyai kandungan kalsium yang tinggi yang diperlukan oleh badan untuk memperkuatkan tulang, dan mengelakkan daripada penyakit osteoporosis terutama dikalangan kaum wanita.